Gerak Lurus GLB dan GLBB: Rumus, Grafik, Perbedaan, dan Contoh Soal
Diterbitkan pada 1 Oktober 2026
Gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah dua konsep fundamental dalam cabang kinematika mekanika klasik yang mendeskripsikan pergerakan benda sepanjang lintasan lurus satu dimensi tanpa memperhitungkan penyebab gaya yang bekerja padanya. Memahami kinematika gerak lurus merupakan prasyarat mutlak untuk menguasai cabang ilmu fisika lanjutan, mulai dari analisis gerak parabola peluru meriam, dinamika orbit satelit, hingga perencanaan sistem akselerasi dan pengereman kereta cepat modern seperti Whoosh. Perbedaan mendasar antara GLB dan GLBB terletak pada sifat percepatan ($a$) yang dialami benda: GLB bergerak dengan kecepatan tetap tanpa mengalami percepatan sama sekali ($a = 0$), sedangkan GLBB bergerak dengan percepatan linier yang bernilai konstan ($a = \text{konstan}$), sehingga kecepatannya bertambah atau berkurang secara teratur setiap detiknya.
| Parameter Kinematika | Gerak Lurus Beraturan (GLB) | GLBB Dipercepat ($a > 0$) | GLBB Diperlambat ($a < 0$) |
|---|---|---|---|
| Karakteristik Kecepatan ($v$) | Mutlak konstan sepanjang waktu ($v = \text{tetap}$) | Bertambah secara teratur terhadap waktu ($v_t > v_0$) | Berkurang secara teratur terhadap waktu ($v_t < v_0$) |
| Nilai Percepatan ($a$) | Tepat bernilai nol ($a = 0,\text{m/s}^2$) | Bernilai konstan positif ($+a$) | Bernilai konstan negatif ($-a$, sering disebut retardasi) |
| Bentuk Grafik Kecepatan ($v-t$) | Garis lurus horizontal sejajar sumbu waktu ($t$) | Garis lurus miring naik ke atas dengan gradien positif | Garis lurus miring turun ke bawah menuju nol |
| Bentuk Grafik Posisi ($s-t$) | Garis lurus miring dengan kemiringan konstan | Garis lengkung parabola melengkung ke atas | Garis lengkung parabola melengkung mendatar |
| Rumus Posisi / Jarak Tempuh ($s$) | $s = v \cdot t$ | $s = v_0 t + \frac{1}{2}at^2$ | $s = v_0 t - \frac{1}{2}at^2$ |
| Contoh Nyata Sehari-hari | Mobil melaju fitur cruise control di tol lurus | Buah kelapa jatuh bebas dari tangkai pohon | Mobil menginjak pedal rem menjelang lampu merah |
Bagaimana Rumus dan Karakteristik Gerak Lurus Beraturan (GLB) Bekerja?
Rumus dan karakteristik Gerak Lurus Beraturan (GLB) bekerja berdasarkan prinsip kelajuan konstan pada lintasan lurus satu dimensi, di mana jarak tempuh berbanding lurus secara linear dengan durasi waktu tempuh.
Formulasi Matematis GLB $s = v imes t$
Formulasi matematis gerak lurus beraturan dinyatakan dengan persamaan paling sederhana dalam mekanika:
$$s = v \cdot t$$
Di mana:
- $s$ adalah jarak atau perpindahan yang ditempuh benda (satuan meter, $\text{m}$).
- $v$ adalah kecepatan konstan benda (satuan meter per detik, $\text{m/s}$).
- $t$ adalah selang waktu perjalanan (satuan detik, $\text{s}$).
Dari rumus di atas, kecepatan dihitung sebagai turunan pertama posisi terhadap waktu ($v = s / t$). Karena kecepatan tidak pernah berubah ($a = 0$), maka jarak yang ditempuh benda pada setiap interval waktu satu detik selalu sama. Jika sebuah mobil bergerak dengan kecepatan GLB konstan $20,\text{m/s}$, mobil tersebut pasti menempuh jarak tepat 20 meter pada detik pertama, 20 meter pada detik kedua, dan seterusnya, sehingga dalam waktu 5 detik total jarak yang dilalui adalah $s = 20 \times 5 = 100,\text{meter}$.
Analisis Grafik Posisi ($s-t$) dan Grafik Kecepatan ($v-t$) pada GLB
Analisis grafik kinematika pada GLB memberikan visualisasi geometris yang sangat presisi:
- Grafik Posisi terhadap Waktu ($s-t$): Menghasilkan garis lurus linier yang miring ke atas dimulai dari titik asal ($0,0$). Kemiringan atau gradien (slope) dari garis grafik tersebut secara langsung mencerminkan nilai kecepatan benda: $$\text{Gradien} = \frac{\Delta s}{\Delta t} = v$$ Semakin curam kemiringan grafik $s-t$, semakin cepat benda tersebut melaju.
- Grafik Kecepatan terhadap Waktu ($v-t$): Berbentuk garis mendatar (horizontal) sejajar sumbu waktu karena nilai kecepatan selalu konstan berapapun waktu yang telah berlalu. Luas daerah persegi panjang di bawah kurva grafik $v-t$ antara rentang waktu $t = 0$ hingga $t = t_1$ merepresentasikan jarak atau perpindahan total yang ditempuh benda: $$\text{Luas Daerah} = \text{panjang} \times \text{lebar} = v \times t = s$$
[!NOTE] Miskonsepsi Umum: Banyak orang menyamakan konsep "jarak" (distance) dengan "perpindahan" (displacement). Dalam fisika, jarak adalah besaran skalar yang mengukur total panjang lintasan yang ditempuh tanpa memedulikan arah, sedangkan perpindahan adalah besaran vektor yang mengukur perubahan posisi garis lurus terpendek dari titik awal ke titik akhir. Jika seorang atlet berlari mengelilingi lintasan lari 400 meter satu putaran penuh dan kembali ke garis start, jarak tempuhnya adalah 400 meter, namun perpindahannya tepat bernilai nol.
Bagaimana 3 Rumus Utama GLBB Menjelaskan Perubahan Kecepatan?
Tiga rumus utama GLBB menjelaskan perubahan kecepatan melalui hubungan kalkulus kinematika antara kecepatan awal ($v_0$), kecepatan akhir ($v_t$), percepatan konstan ($a$), selang waktu ($t$), dan perpindahan ($s$).
Tiga Persamaan Kinematika Utama GLBB
Tiga persamaan kinematika baku GLBB dirumuskan sebagai berikut:
$$v_t = v_0 + a \cdot t$$
$$s = v_0 \cdot t + \frac{1}{2} a \cdot t^2$$
$$v_t^2 = v_0^2 + 2 \cdot a \cdot s$$
Di mana:
- $v_0$ adalah kecepatan awal benda saat $t = 0$ (satuan $\text{m/s}$).
- $v_t$ adalah kecepatan akhir benda pada saat $t$ (satuan $\text{m/s}$).
- $a$ adalah percepatan konstan (satuan $\text{m/s}^2$). Jika benda mengalami perlambatan, nilai $a$ dimasukkan dengan tanda negatif ($-a$).
- $t$ adalah durasi waktu tempuh (satuan detik, $\text{s}$).
- $s$ adalah jarak atau perpindahan yang ditempuh (satuan meter, $\text{m}$).
Pemilihan rumus yang tepat dalam penyelesaian soal bergantung pada variabel yang diketahui. Apabila soal tidak mencantumkan jarak tempuh ($s$), gunakan rumus pertama. Apabila kecepatan akhir ($v_t$) tidak diketahui, gunakan rumus kedua. Apabila durasi waktu ($t$) tidak diketahui dalam narasi soal, gunakan rumus ketiga.
Kamu dapat memverifikasi perhitungan gerak benda dan konversi satuan kelajuan $\text{km/jam}$ ke $\text{m/s}$ menggunakan kalkulator rumus fisika dan matematika otomatis.
Gerak Vertikal: Gerak Jatuh Bebas dan Gerak Vertikal ke Atas
Gerak vertikal merupakan aplikasi nyata GLBB di bawah pengaruh medan gravitasi bumi tunggal, di mana percepatan yang dialami benda adalah percepatan gravitasi bumi ($a = g \approx 9{,}8,\text{m/s}^2$ atau $10,\text{m/s}^2$):
- Gerak Jatuh Bebas (GJB): Gerak benda yang dijatuhkan dari suatu ketinggian $h$ tanpa kecepatan awal sama sekali ($v_0 = 0$). Sesuai rumus GLBB, kecepatan saat menyentuh tanah dan waktu jatuh dihitung melalui: $$v_t = \sqrt{2 \cdot g \cdot h} \qquad t = \sqrt{\frac{2 \cdot h}{g}}$$ Perhatikan bahwa waktu jatuh pada gerak jatuh bebas di ruang hampa sama sekali tidak dipengaruhi oleh massa benda; bola boling dan sehelai bulu ayam yang dijatuhkan bersamaan dari menara hampa udara akan mendarat di tanah pada saat yang persis bersamaan.
- Gerak Vertikal ke Atas (GVA): Benda dilemparkan lurus ke atas dengan kecepatan awal tertentu ($v_0$). Karena gravitasi melawan arah gerak, benda mengalami perlambatan ($a = -g$). Di titik puncak tertinggi ($h_{\text{maks}}$), kecepatan benda berhenti sesaat ($v_t = 0$). Ketinggian maksimum yang dapat dicapai dirumuskan sebagai: $$h_{\text{maks}} = \frac{v_0^2}{2g} \qquad t_{\text{puncak}} = \frac{v_0}{g}$$
Bagaimana Membaca dan Menghitung Luas Daerah pada Grafik v-t GLBB?
Membaca dan menghitung luas daerah pada grafik kecepatan terhadap waktu ($v-t$) merupakan metode geometris paling ampuh untuk mencari jarak tempuh tanpa harus menghafal rumus GLBB yang rumit.
Geometri Trapesium pada Grafik $v-t$
Pada grafik $v-t$ untuk GLBB dipercepat, kurva membentuk garis miring dengan gradien kemiringan sebesar percepatan ($a = \Delta v / \Delta t$). Bentuk area di bawah garis grafik antara waktu $t = 0$ dan $t = t_1$ membentuk bangun datar trapesium siku-siku:
- Sisi sejajar pertama adalah kecepatan awal ($v_0$).
- Sisi sejajar kedua adalah kecepatan akhir ($v_t$).
- Tinggi trapesium adalah durasi waktu tempuh ($t$).
Berdasarkan rumus luas trapesium:
$$\text{Luas Area} = \frac{(v_0 + v_t)}{2} \times t = s$$
Rumus luas trapesium ini identik dengan rumus jarak GLBB berbasis kecepatan rata-rata ($s = \bar{v} \cdot t$), yang membuktikan keselarasan mutlak antara pendekatan visual kalkulus geometris dan formulasi aljabar fisika.
Untuk merapikan intisari materi kinematika gerak lurus dan rumus turunan GLBB, gunakan alat rangkuman teks sains otomatis.
Uji penguasaan analisa grafik kecepatan dan kalkulasi soal gerak vertikal melalui latihan soal di generator latihan soal sains dan fisika.
Untuk memperdalam pemahaman materi pada kluster ini, pelajari juga Sel dan Jaringan Tumbuhan: Struktur Organel, Fungsi, dan Perbedaannya serta Sistem Pencernaan Manusia: Organ, Enzim, Proses Mekanik Kimiawi, dan Gangguannya secara bertahap.
Redaksi TugasMu
Tim EdukasiTim kurator konten yang berdedikasi untuk membagikan tips belajar, pembaruan kurikulum, dan cara cerdas memanfaatkan AI bagi pelajar Indonesia.
auto_storiesBaca Juga di Kategori Ini
Lihat Semua ipaarrow_forwardLarutan Elektrolit dan Reaksi Redoks: Daya Hantar Listrik dan Bilangan Oksidasi
Pelajari daya hantar larutan elektrolit kuat, lemah, dan non-elektrolit, konsep reaksi reduksi-oksidasi (redoks), serta 8 aturan penentuan biloks.
Gelombang Bunyi dan Cahaya: Karakteristik, Cepat Rambat, dan Sifat Fisis
Pelajari perbedaan gelombang bunyi (longitudinal mekanik) dan cahaya (transversal elektromagnetik), rumus cepat rambat v = λ.f, dan sifat pemantulan-pembiasan.
Kalor dan Perpindahan Panas: Konduksi, Konveksi, Radiasi, dan Asas Black
Pelajari rumus kalor Q = m.c.ΔT, kalor laten lebur dan uap, 3 cara perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi), serta penerapan Asas Black.