bahasa indonesiaschedule5 menit baca

Jenis-Jenis Majas dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

TM
Tim Kurasi TugasMuverified

Diterbitkan pada 1 Oktober 2026

Jenis-jenis majas dalam bahasa Indonesia adalah klasifikasi gaya bahasa kiasan retoris yang digunakan pengarang karya sastra untuk menyampaikan pesan imajinatif guna membangkitkan efek emosional spesifik di benak audiens. Majas perbandingan memfasilitasi penjajaran dua entitas berbeda menggunakan instrumen kemiripan atribut visual maupun sifat konseptual. Majas sindiran merupakan wahana ekspresi kritik verbal yang dirancang dengan spektrum penyampaian halus ironis hingga serangan frontal sarkastis. Majas penegasan berperan murni memperkuat intensitas pernyataan deklaratif melalui instrumen pengulangan diksi ataupun panambahan sinonim berlebih. Majas pertentangan menghadirkan kontradiksi logika linguistik untuk merendahkan diri sendiri atau menyoroti realitas kehidupan nyata. Artikel ini mendeskripsikan majas perbandingan metafora, perincian gaya sindiran sarkasme, eksplanasi majas repetisi penegasan, dan ilustrasi pertentangan paradoksal.

Klasifikasi Majas Fungsi Utama Contoh Jenis Dominan
Majas Perbandingan Membandingkan dua entitas yang berbeda secara kiasan. Metafora, Personifikasi, Simile
Majas Sindiran Menyampaikan teguran halus hingga kritikan kasar verbal. Ironi, Sarkasme, Sinisme
Majas Penegasan Memberi tekanan repetitif pada suatu orasi atau pernyataan. Pleonasme, Repetisi
Majas Pertentangan Menyandingkan sepasang gagasan yang saling bertolak belakang. Paradoks, Litotes

Apa Itu Majas Perbandingan?

Majas perbandingan adalah kategori gaya bahasa figuratif dominan yang menyandingkan karakteristik objek sasaran pembicaraan dengan objek substitusi alternatif yang ekuivalen secara kiasan. Penggunaan kiasan ini menghindarkan teks deskriptif dari kebosanan literal dengan merangsang sensor visual pembaca narasi sastra. Kelompok majas ini beroperasi di garis batas antara makna denotatif kamus baku dan makna konotatif kreatif.

Majas Perbandingan Metafora

Majas perbandingan metafora merupakan subtitik perbandingan analogis mutlak yang menyamakan dua hal kontras secara langsung tanpa menyertakan partikel konjungsi pembanding tradisional. Ketidakhadiran kata penghubung pengumpamaan membuat persamaan terlihat identik, meleburkan batasan antara objek nyata dengan simbol fiktif. Jika Anda merasa kesulitan saat menyusun struktur frasa kiasan baru secara kreatif, menggunakan layanan parafrase online dapat memberikan rentetan variasi sudut pandang pemilihan kata yang segar dan orisinal. Metafora memampatkan deskripsi panjang sebuah karakter menjadi susunan satu frasa ikonik konseptual yang tajam.

Contoh majas perbandingan metafora: Si jago merah telah melahap habis pasar tradisional tersebut pada dini hari. ("Si jago merah" menggantikan wujud kobaran api kebakaran, "melahap" menggantikan tindakan membakar material).

Majas Perbandingan Personifikasi

Majas perbandingan personifikasi adalah teknik antroposentris meminjamkan ragam sifat biologis, emosi psikologis, maupun tindakan motorik ras manusia kepada kelompok benda mati inorganik atau hewan satwa. Benda tak bernyawa direkayasa agar tampak hidup dan berinteraksi dinamis merespons lingkungan sekitarnya di panggung cerita narasi fiktif. Pemberian karakter manusia mendramatisasi deskripsi lanskap alam cuaca di latar belakang penceritaan puisi.

Contoh majas perbandingan personifikasi: Angin malam berbisik pelan di telingaku, membawa kabar dari perantauan jauh. (Angin diberikan atribut organ pita suara manusia yang sanggup membisikkan komunikasi).

Majas Perbandingan Asosiasi (Simile)

Majas perbandingan asosiasi (simile) merupakan instrumen perbandingan berdampingan ekstrinsik yang wajib mengandalkan kata konjungsi penghubung eksplisit seperti "bagaikan", "laksana", "seperti", atau "bak". Kehadiran penanda komparasi memberikan jarak interpretasi aman, tidak seperti peleburan absolut yang terjadi pada teknik metafora. Simile menyodorkan visualisasi instan berbasis kemiripan paras rupa, warna fisik, maupun tekstur permukaan zat.

Contoh majas perbandingan asosiasi: Wajah perempuan pendiam itu tampak pucat pasi bak mayat hidup di peti mati.

Majas perbandingan mengamplifikasi estetika karya linguistik dengan merajut korelasi imajinatif antara objek material fisik dengan konsep emosi yang abstrak. Penyatuan entitas berlainan wujud lewat metafora ketiadaan penghubung maupun asimilasi personifikasi mencetak impresi puitis abadi bagi pencinta sastra lisan.

[!NOTE] Miskonsepsi Umum: Banyak orang menganggap bahwa simile dan metafora adalah jenis majas yang sama persis karena keduanya membandingkan dua entitas. Faktanya, simile selalu menggunakan kata penghubung eksplisit (seperti, bak, bagaikan) sementara metafora membandingkan secara mutlak tanpa kata penghubung sama sekali.

Apa Saja Jenis Majas Sindiran?

Majas sindiran adalah kelas gaya bahasa satirikal provokatif yang dimanfaatkan penulis naskah atau pembicara publik untuk menyatakan ketidaksetujuan, kecaman negatif, maupun teguran korektif. Spektrum intensitas kiasan teguran berbentang mulai dari kritikan hiperbolik halus tak kentara hingga cacian destruktif langsung yang mendiskreditkan kapabilitas subjek target pendengar.

Majas Sindiran Ironi

Majas sindiran ironi adalah pendekatan teguran bertolak belakang yang mengekspresikan pernyataan positif kontradiktif dari kondisi realitas faktual negatif yang sedang berlangsung. Kalimat dipoles dengan susunan sanjungan palsu demi menyembunyikan cemoohan aslinya dari telinga pengamat kasual sesaat. Pendengar yang teliti akan menangkap kebalikan makna pujian tersebut berdasarkan konteks situasi ironis.

Contoh majas sindiran ironi: Rajin sekali kamu, jam sembilan pagi begini baru bangun tidur menyambut matahari terbit.

Majas Sindiran Sarkasme

Majas sindiran sarkasme merupakan varian teguran verbal brutal berintensitas tertinggi yang menyasar kelemahan fundamental lawan bicara secara langsung tanpa mekanisme pelindung estetika makna. Ungkapan kasar penuh kepahitan dilontarkan penulis skenario drama konflik tatkala tokoh karakter sedang dilanda puncak amarah meledak-ledak. Sarkasme secara sengaja meniadakan rima atau kiasan penghalus semantik.

Contoh majas sindiran sarkasme: Dasar otak udang, soal perhitungan aritmetika dasar semudah ini saja kau tidak mampu memecahkannya!

Majas Sindiran Sinisme

Majas sindiran sinisme adalah gaya cemoohan intelektual pesimistis yang diarahkan untuk meragukan validitas nilai ideologi, kemurnian niat seseorang, maupun prospek kesuksesan rencana masa depan. Sinisme mengupas ekspektasi tinggi menjadi serpihan keputusasaan tanpa perlu menggunakan pilihan kosakata kotor layaknya sarkasme. Fokus celaan ditekankan pada kegagalan fungsionalitas sistem target cemoohan.

Contoh majas sindiran sinisme: Untuk apa kau mengumpulkan tumpukan gaji bernominal besar kalau kau sama sekali tidak punya waktu mengurus anak-istrimu di rumah.

Majas sindiran mengakomodasi mekanisme pelampiasan agresi verbal secara tertulis melalui gradasi ketajaman dari sindiran manipulatif hingga cacian langsung. Penyamaran makna ironis dan manifestasi kebencian murni sarkasme memberi kedalaman karakter antagonis cerita.

[!NOTE] Miskonsepsi Umum: Sering dianggap bahwa ironi dan sarkasme adalah hal yang sepenuhnya serupa di dalam kategori majas sindiran. Faktanya, ironi menyindir dengan cara halus menyembunyikan fakta lewat kata-kata positif, sedangkan sarkasme menyindir secara kasar, terang-terangan, dan bertujuan menyakiti lawan bicara secara emosional.

Bagaimana Majas Penegasan Digunakan?

Majas penegasan adalah instrumen pengulangan gramatikal repetitif yang dieksekusi guna memberikan tekanan absolut sentral terhadap poin wacana orasi pidato agar mendominasi memori kognitif para hadirin. Kalimat diperkuat secara konstan memakai elemen struktur bahasa tambahan berlebih yang tidak mengubah esensi logika dasar pesan utamanya melainkan hanya menambah bobot retoris.

Majas Penegasan Pleonasme

Majas penegasan pleonasme adalah pemborosan modifikator keterangaan ruang spasial atau penunjuk volume waktu yang secara logis sejatinya sudah terwakili utuh di dalam kata kerja dasar kalimat utama tunggal. Penggelembungan kosa kata dilakukan dengan sengaja untuk meyakinkan perintah krusial segera dijalankan audiens secara presisi. Kesalahan berbahasa ini ditoleransi di medium karya fiksi atau deklamasi sajak puisi epik.

Contoh majas penegasan pleonasme: Silakan jajaran direksi untuk bergerak maju melangkah ke depan area panggung sekarang juga. (Kata kerja "maju" mutlak berorientasi "ke depan").

Majas Penegasan Repetisi

Majas penegasan repetisi merupakan skema pengulangan sengaja identik bentuk kata, konstruksi frasa sentral, atau deretan klausa spesifik di sepanjang struktur sebuah kalimat puitis berangkai panjang. Irama dentuman perulangan diksi membangun antisipasi klimaks ketegangan emosional sebelum konklusi baris kalimat dilontarkan. Pola repetisi paling marak digunakan sebagai medium mantra orasi politik memukau kerumunan massa pemilih.

Contoh majas penegasan repetisi: Pemimpin itu adalah dia yang kutunggu, pembebas itu adalah dia yang kunanti, sang pahlawan itu adalah dia yang kuharapkan selama berabad-abad.

Majas penegasan mendominasi psikologi pendengar sasaran berkat pemanfaatan taktik frekuensi perulangan tinggi frase inti atau penambahan sinonim spasial berlebih. Strategi redundansi pleonasme dan pemukulan irama repetisi menanamkan dogma narator langsung ke memori kolektif pembaca novel.

[!NOTE] Miskonsepsi Umum: Penggunaan majas pleonasme (pemborosan kata) kerap dianggap murni sebagai kesalahan tata bahasa (gramatikal) fatal yang harus selalu dihindari penulis. Faktanya, dalam ranah karya sastra maupun orasi, pleonasme sangat diakui sebagai gaya bahasa yang sah untuk memberikan penekanan retoris.

Apa yang Dimaksud dengan Majas Pertentangan?

Majas pertentangan adalah piranti kontradiksi literatur formal yang mempertarungkan sepasang gagasan berlawanan ekstrem dalam satu kalimat holistik utuh untuk mendemonstrasikan kompleksitas ironis kehidupan sosial keseharian manusia. Benturan polaritas ini memaksa dewan penganalisis teks merenungkan signifikansi paradoks filosofis alam.

Majas Pertentangan Paradoks

Majas pertentangan paradoks merupakan formulasi pernyataan ganjil membingungkan yang menyandingkan oposisi biner bertabrakan, padahal secara observasi sosiologis esensinya mencerminkan kebenaran faktual hakiki tidak terbantahkan. Oksimoron sosial disajikan guna menggugat persepsi normatif mayoritas komunitas atas realita palsu.

Contoh majas pertentangan paradoks: Artis papan atas tersebut selalu merasa sangat kesepian memilukan ketika berada di tengah keramaian metropolitan ibu kota.

Majas Pertentangan Litotes

Majas pertentangan litotes adalah gaya kamuflase hiperbola negatif hiperkorektif yang mendegradasi secara ekstrem derajat pencapaian kualitas objek pribadi penulis sebagai strategi merendah santun hipokrit budaya masyarakat timur komunal. Penurunan status nominal aset harta kekayaan dilakukan agar pembicara dinilai berbudi pekerti baik oleh lingkungan tetangga sejawat.

Contoh majas pertentangan litotes: Sudilah kiranya tamu kehormatan menyempatkan diri mampir makan malam di gubuk reot berlumpur milik kami ini. (Kenyataannya bangunan tersebut adalah rumah gedung beton arsitektur mewah).

Majas pertentangan membongkar kedangkalan cara pandang literal melalui pameran keganjilan oposisi biner kontradiktif logika yang justru merepresentasikan kebenaran filosofis alam semesta sejati. Taktik kamuflase merendah litotes dan pembenturan dua elemen paradoksal mengelevasi kedalaman kebijaksanaan pemikiran penulis literatur.

[!NOTE] Miskonsepsi Umum: Sering dianggap bahwa pengguna majas litotes menggunakannya semata-mata karena merasa kurang percaya diri secara personal dengan kualitas pribadinya. Faktanya, litotes adalah taktik merendahkan diri yang sepenuhnya disengaja sebagai bentuk kamuflase kesopanan, meskipun nyatanya kualitas mereka jauh lebih tinggi.

Memahami arsitektur klasifikasi anatomi hiasan bahasa membantu mengidentifikasi corak retorika pengarang fiksi kenamaan. Jika kesulitan menyempurnakan sintaksis ornamen bersastra, manfaatkan teknologi perbaikan bahasa lewat tools bimbingan AI dari TugasMu untuk menuntaskan penyuntingan.

Untuk memperdalam pemahaman materi pada kluster ini, pelajari juga Jenis-Jenis Puisi Lama: Pantun, Syair, dan Gurindam serta Membedakan Kata Baku dan Kata Tidak Baku Sesuai KBBI secara bertahap.

TM

Redaksi TugasMu

Tim Edukasi

Tim kurator konten yang berdedikasi untuk membagikan tips belajar, pembaruan kurikulum, dan cara cerdas memanfaatkan AI bagi pelajar Indonesia.

auto_storiesBaca Juga di Kategori Ini

Lihat Semua bahasa indonesiaarrow_forward